Tampilkan postingan dengan label Bukit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bukit. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 November 2015

Pesanggrahan Menumbing

Siapa orang Bangka yang tidak kenal dengan Bukit yang satu ini ? Ya Bukit Menumbing namanya, jika kalian bertemu dengan orang – orang Bangka yang tidak mengenal Bukit ini berarti mereka adalah orang – orang yang tidak menghargai atau tidak pernah mengetahui Sejarah Bangsa Indonesia.

Pesanggrahan Menumbing Dari Belakang

Bukit Menumbing merupakan bukit yang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi bagi Bangsa Indonesia, di bukit ini terdapat sebuah Wisma atau Pesanggrahan yang dinamakan Pesanggrahan Menumbing, tempat  ini adalah salah satu saksi bisu yang menjadi tempat pengasingan Presiden atau Ploklamator kemerdekaaan Republik Indonesia Ir Soekarno & Moh Hatta.

Terletak di atas ketinggian 450 meter diatas permukaan laut (MDPL) bukit menumbing menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Pulau Bangka, tepatnya di Kabupaten Bangka Barat atau kota Muntok, salah satu kota yang mempunyai banyak tujuan wisata pantai dan wisata alam lainnya.

Pesanggrahan Menumbing yang menjadi tempat pengasingan Presiden pertama Republik Indonesia , Wisma ini memiliki satu bangunan utama dengan beberapa fasilitas bangunan lainnya, di tempat ini pula anda bisa melihat Dokumen dokumen yang di gunakan oleh Presiden pertama kita di pajang di tempat ini.

Dokumen-Dokumen Yang di Pajang

Di tempat ini anda bisa berkeliling dan kembali mengingat sejarah perjuangan Bangsa  Indonesia kita, berbagai Dokumen dan pernak pernik yang digunakan para tokoh Bangsa ini masih terpajang rapi di tempatnya, disini  juga terdapat Mobil yang digunakan oleh Presiden Soekarno yang masih dipajang, selain itu tempat tidur dan peralatan yang digunakan Presiden masih di pajang rapi.

Mobil Soekarno

Selain wisata sejarah dari tempat ini anda akan dimanjakan pemandangan kota Muntok dari ketinggian dengan Bcakground laut yang Indah anda bisa berfoto ria dan menikmati indahnya salah satu destinasi wisata di kota ini.

Untuk mencapai tempat ini anda bisa menggunakan kendaraan pribadi, roda dua atau roda empat, jika anda memulai perjalanan dari Kota PangkalPinang anda membutuhkan waktu sekitar 2 – 3 jam untuk mencapai lokasi tersebut.

Sampai di lokasi ini anda akan di pungut biaya sebesar 2.500 – 5.000 rupiah /orang, jika anda membawa mobil anda telebih dahulu harus melapor di pos 1 dikarenakan jalan yang sempit, karena hanya bisa dilewati oleh satu mobil saja.

Untuk lebih lengkap tentang sejarah dan tempat ini akan lebih baik jika anda langsung menuju tempat ini, Bangka Barat Muntok – Pulau Bangka provinsi bangka Belitung.



Minggu, 22 November 2015

Kota Sungailiat Dari Puncak Bukit Siam

Jika anda berkunjung ke Kota Sungailiat sebuah kota kecil yang ada di pulau Bangka jangan lupa mengabadikan moment-moment tempat anda berkunjung, salah satu tempat yang menjadi referensi untuk mengabadikan gambar kota sungailiat adalah Bukit Siam dan bukit ini tepat berada di depan kampus Stisipol pahlawan 12 dan Pascasarjana Stisipol pahlawan 12

Pintu Masuk Bukit Siam

Bukit Siam terletak di deretan bukit semut yang menjadi salah satu background utama kota kecil ini, disini anda bisa mengabadikan gambar gambar kota tersebut dari ketinggian bukit, disini anda bisa mengabadikan sunrise dan sunset jika anda bisa mencari spot yang bagus.

Jalur Ke Puncak Bukit

Untuk mencapai bukit ini anda terlebih dahulu harus mencapai  kota Sungailiat, dikarenakan tidak adanya papan penunjuk arah atau papan yang memberitahukan jalan ke bukit ini, akan lebih baik jika anda bertanya kepada warga atau orang-orang yang anda temui disini, untuk aksese jalan sangatlah mudah dikarenakan lokasi nya persis di pinggir jalan raya.

Tower Telekomunikasi

Tidak ada kendaraaan umum yang menuju lokasi ini, lebih baik anda menggunakan kendaraan pribadi atau sewa angkot atau motor, jika penginapan anda berada disekitaran bukit ini ada bagusnya jika berjalan kaki saja sekalian Olahrga.

Makam Eyang Siam

Sesampainya di lokasi pintu masuk Bukit ini yang ditandai dengan gerbang yang bertuliskan Bukit siam langsung saja anda naik ke atas karena jalurnya sudah disediakan untuk para pejalan kaki, anda juga bisa menaiki bukit ini dengan sepeda motor karena jalurnya sudah di bangun oleh pemerintah daerah.

Pos Penjaga Menara Di Puncak Bukit

Cukup Curam dan berliku liku, kurang lebih 10 menit jika menggunakan sepeda motor dan jika berjalan kaki mungkin butuh waktu sekitar 30 menit atau satu jam, setelah sampai diatas Bukit Siam anda akan dihadapkan dengan sebuah bangunan tower perusahaan telekomunikasi.

Kota Sungailiat Dari Puncak Bukit Siam

Di atas Bukit terdapat juga sebuah makam Eyang Mbah Siam dimana nama bukit ini diambil dari nama orang tersebut, dan anda juga akan dihadapkan dengan pemandangan kota sungailiat dari atas bukit ini, akan tetapi anda harus menaiki batu – batu yang cukup tinggi untuk mendapatkan view yang mantap.

Sunset Di Puncak Bukit Siam

Jangan lupa mampir ke bukit ini jika anda sedang Backpackeran, Travelling atau berwisata ria ke daerah ini...

View Dari Puncak Bukit Siam

Salam bangkanature.com


Senin, 16 November 2015

Kuil Fathin San

Pulau Bangka menyimpan alam yang begitu indah dengan pantai-pantainya yang dihiasi bebatuan granit. Tak hanya itu. Pulau yang kaya akan timah ini juga mempunyai destinasi wisata religi yang sangat menarik untuk umat Budha dan Tionghoa dengan pemandangan yang indah untuk disaksikan. Adalah wisata religi Mahayana atau lebih dikenal dengan Bukit Fathin San yang menarik untuk dikunjungi.

Pintu Grbang Masuk Bukit

Terletak di barisan antara Bukit Semut dan Bukit Betung, Desa Lubuk Keli, Kecamatan Sungailiat, Pulau Bangka, Fathin San merupakan kuil bagi umat Budha dan umat Tionghoa. Dengan waktu tempuh 45 menit atau berjarak sekitar 35 kilometer dari Ibukota Pangkal Pinang dan persis di pinggiran kota Sungailiat, destinasi ini tidak hanya menawarkan wisata religi umat Budha dan Tionghoa yang eksotis untuk dilihat, juga menawarkan pemandangan yang menawan untuk dinikmati dari atas Bukit, apalagi dari Bukit ini anda bisa melihat pemandangan kota sungailiat dan kampus Stisipol Pahlawan 12 dan Pascasarjana Stisipol pahlawan 12 yang ciamik.

Patung Naga Di Kuil Fathin

Dibangun di atas barisan bukit semut pada tahun 2011, pemandangan dari kuil ini terlihat sangat indah. Perbukitan dengan warna hijau serta lautan lepas menjadi panorama yang tersaji saat berkunjung ke kuil ini, tidak hanya itu kuil ini juga menyajikan patung dan gambar religius bagi umat Budha dan Tionghoa.

Gua Buatan Di Sekitaran Kuil

Kuil (atau orang-orang sekitar menyebutnya vihara) yang ada di sini memiliki 350 anak tangga. Anak-anak tangga ini yang akan dijajaki oleh para pengunjung jika ingin melihat keseluruhan wilayah kuil.

Patung Dewi Kwan Im

Kuil ini memiliki patung Budha dan Dewi Kwan Im yang berukuran besar dan patung Budha. Di sini juga terdapat sebuah gua buatan yang di dalamnya terdapat naga emas. Di bagian bawah, terdapat kolam yang digunakan untuk melempar koin atau uang receh. Melempar koin ke kolam ini diyakini dapat membawa berkah atau keberuntungan.

Candi Kecil Aja Namanya

Semakin ke bawah, terdapat bangunan besar dengan suasana kebudayaan Cina yang kuat. Ukiran dan atap bagian atas dibuat melengkung, sebagaimana rumah etnis Tionghoa.

Pemandangan Kota Sungailiat Dari Bukit Fathin

Fathin San bisa menjadi wisata alternatif bagi Anda yang menyukai wisata religi, dengan pemandangan yang apik untuk disaksikan. Mengunjungi kuil ini bisa menambah wawasan bahwa nusantara memiliki keragaman tempat wisata yang indah dan cantik.

Patung Apa Itu

Untuk mencapai tempat ini anda bisa mengunjungi Pulau Bangka dan lokasi ini berada di pinggiran Kota Sungailiat, tepatnya di desa Lubuk Keli sungailiat, tak jauh dari perempatan Gedoeng Joang 45 Sungailiat yang berdekatan denga Rumah Sakit Jiwa Sungailiat.


Peta Lokasi Bukit Fathin



Kamis, 22 Oktober 2015

Bukit Maras Dari Jembatan Perimping

Maras adalah Bukit tertinggi yang ada di pulau Bangka dengan ketinggian 699 MDPL. Terletak di kampung Rambang, Kabupaten Bangka. Dari kota Sungailiat, bukit Maras dapat ditembuh dengan jarak sekitar 70 km. Sementara dari kota Belinyu, bukit Maras hanya berjarak sekitar 35 km. Ada banyak kendaraan umum yang bisa anda gunakan untuk menuju Maras. Baik itu dari Pangkalpinang, maupun dari kota Sungailiat itu sendiri. 

 Namun kendaraan umum ini hanya bisa mengantarkan sampai ujung kampung Rambang. Jadi anda perlu berjalan kaki lagi untuk mencapai kaki bukit Maras. Anda juga bisa menggunakan kendaraan sendiri, namun jalanan yang ada di dekat kaki bukit Maras tidak bisa dilalui oleh mobil. Jadi mungkin lebih mudah kalau anda menggunakan motor. 

Jika anda anda berangkat dari kota Belinyu, maka ada transportasi berupa ojek yang mau mengantarkan sampai kaki bukit Maras. Tentu saja meskipun ada banyak pilihan transportasi, anda tetap harus berjalan kaki jika ingin naik sampai puncak bukit Maras. Jika anda ingin pergi ke gunung Maras, sebaiknya mengambil rute yang melewati sungai Perimping. Di sungai ini terdapat sebuah jembatan tua peninggalan jaman Belanda. Jembatan perimping di bangun oleh Belanda pada tahun 1929 untuk menghubungkan kota Belinyu dan Muntok. Jembatan perimping tidak terlalu lebar hanya bisa dilewati oleh satu jalur, disebelah jembatan ini ada jembatan baru yang berukuran lebih besar. Arsitekturnya begitu kontras antara kedua jembatan ini.


Air Terjun Kecil Di Kaki Bukit Maras 

Terlihat konstruksi besi baja besar yang menahan jembatan baru tersebut. Sementara jembatan tua Perimping terkesan kuno. Meskipun demikian jembatan Perimping tetap berdiri kokoh hingga sekarang dan sering dijadikan tempat berkumpul masyarakat sekitar pada sore hari. Coba saja mampir sejenak ketika melewati jembatan Perimping. Pemandangannya terutama di tengah jembatan yang membelah sungai Perimping. Jembatan Tua Yang Membelah Sungai Perimping Di kaki bukit Maras terdapat air terjun kecil yang tidak mempunyai nama dengan ketinggian hanya beberapa meter. Meskipun demikian air terjun di kaki gunung Maras ini tidak pernah kering walaupun pada musim kemarau.

Jembatan Perimping


Biasanya mereka yang ingin mendakit bukit Maras akan berhenti dulu sejenak di lokasi air terjun ini untuk melepas lelah. Air terjun yang mengalirkan air yang sejuk dapat digunakan untuk membasuh muka dan leher agar terasa lebih segar. Suara air mengalir juga dapat menenangkan pikiran bagi mereka yang sedang beristirahat di sekitar air terjun.

Bukit Maras adalah bagian dari kawasan konvervasi hutan dengan luas total mencapai 3.235 hektar. Hutan disekitar gunung Maras dijadikan oleh pemerintah lokal sebagai tempat perlindungan habitat hewan liar. Hewan liar yang bisa ditemui di gunung Maras, seperti berbagai jenis monyet dan ular. Ada juga beberapa spesies lebah yang tinggal di hutan gunung Maras. Selain itu daerah konservasi gunung Maras juga bermanfaat untuk menjaga debit air pada musim kemarau.

Pepohonan yang memenuhi gunung bisa menahan air hujan agar tidak langsung mengalir ke laut. Gunung Maras juga mempunyai beberapa titik sumber mata air yang salah satunya mengalir dan membentuk air terjun gunung Maras. Dengan dijadikannya gunung Maras sebagai area konservasi, maka diharapkan kondisi hutan disini akan tetap terjaga hingga masa yang akan datang. Air Terjun di Kaki Gunung Maras Pemerintah Kabupaten Bangka juga telah membuat track atau jalur pendakian yang dapat memudahkan pengunjung untuk mencapai puncak gunung Maras. Bahkan bagi mereka yang belum pernah sama sekali mendaki gunung. Tentu saja para pengunjung tidak mau kalau sampai tersesat ketika mendaki gunung Maras.

Niat awalnya bersenang-senang bisa malah jadi drama misi pencarian orang hilang. Berkat jalur pendakian yang telah disediakan oleh pemerintah, anda bisa menghindari semua hal tersebut. Memang jalur pendakian ini cukup sederhana, namun dengan adanya jalur ini anda tidak perlu lagi repot menebas ililang untuk membuka jalan menuju puncak gunung Maras. Ada cerita mistis yang berkembang di gunung Maras. Menurut penduduk sekitar, katanya di gunung ini ada nyanyian merdu yang keluar dari semacam pohon bambu yang disebut dengan buluh perindu.

Berdasarkan cerita, buluh perindu ini bisa mengeluarkan suara merdu. Jika ada burung yang lewat dan mendengarkan suara tersebut, katanya akan terjatuh. Sementara kalau manusia yang mendengarkannya, katanya lagi orang tersebut bisa tersesat di gunung Maras.

Tapi jangan khawatir, selama menjaga pepohonan di gunung ini dan tidak mengganggu hewan yang hidup disana, maka anda akan baik-baik saja. Pemandangan di Puncak Gunung Maras Jangan jadikan cerita ini menyurutkan niat anda untuk mengunjungi satu-satunya gunung yang ada di pulau Bangka. Jika anda berkemah di atas puncak gunung Maras, jangan lupa untuk membersihkan area sekitar perkemahan anda ketika ingin pulang. Terlepas percaya atau tidak dengan cerita mistis tersebut, jika anda membersihkan sampah yang anda bawa ke puncak akan sangat membantu kelestarian hutan agar bisa tetap terus dikunjungi hingga di masa yang akan datang.

Selain digunakan sebagai lokasi perkemahan, gunung Maras juga adalah lokasi favorit untuk kegiatan jalan atau sepeda santai. Terutama rute yang melewati sungai Perimping. Biasanya mereka yang bersepeda santai hanya sampai di kaki gunung Maras.


Galeri




Artikel Terbaru

Postingan Populer